Membongkar
Kedok Sufi : Tasawuf dan Ilmu Laduni
Ilmu kasyaf atau yang lebih dikenal dengan ilmu laduni (ilmu batin) tidaklah
asing ditelinga kita, lebih – lebih lagi bagi siapa saja yang sangat erat
hubungannya dengan tasawuf beserta tarekat-tarekatnya.
Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang
bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat.
Sehingga jangan sembrono untuk buruk sangka, apalagi mengkritik wali-wali yang
tingkah lakunya secara dhahir menyelisihi syariat.
Wali-wali atau gus-gus itu beda tingkatan dengan kita, mereka sudah sampai
tingkatan ma’rifat yang tidak boleh ditimbang dengan timbangan syari’at lagi”.
Benarkah demikian? Inilah topik yang kita kupas pada kajian kali ini.
Hakikat Ilmu Laduni
Kaum sufi telah memproklamirkan keistimewaan ilmu laduni. Ia merupakan ilmu
yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. Dengan mujahadah, pembersihan
dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya, sehingga tersibaklah
seluruh rahasia-rahasia alam ghaib bahkan bisa berkomunikasi langsung dengan
Allah, para Rasul dan ruh-ruh yang lainnya, termasuk nabi Khidhir. Tidaklah
bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui
latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu.